Bagaimana tidak dijuluki sebagai negeri terapung, hamparan laut yang seakan mengelilingnya menjadi salah satu ciri khas kampung halaman kami ini,dari ujung hinggah keujung selalu ada air laut yang seakan sudah menjadi teman sehari sehari kami disini, setiap hati akan ada air pasang laut naik menggenangi daratan kampung halaman kami, unik memang , terdengar aneh kadang , tapi itulah kenyataannya, ya!, setiap hari akan selalu ada air pasang laut yang naik menggenangi daratan hinggah keujung kampung dan pada saat itulah air laut akan berada dibawah rumah-rumah kami, dibawah jalanan ,dibawah sekolah-sekolah, dibawah masjid dan yang lainnya, ya!, hampir seluruh kampung kami digenangi air laut pada saat pasang laut tiba, tapi ada satu hal yang unik yang membuat kampung ini seakan akan terapung , setiap rumah , jalanan, sekolahan, masjid memiliki tiang penopang dibawahnya yang menjadi pondasi berfungsi memberi jarak pada rumah-rumah kami agar lebih tinggi dari tanah, memang sengaja dibuat seperti itu, sesuai dengan keadaan yang setiap harinya terjadi dikampung kami ini, memang untuk menyesuaikan keadaan , karena setiap hari akan ada pasang surut air laut , mayoritas rumah disini dibuat berada lebih tinggi dari tanah, bisa disebut sebagai rumah panggung, bukan hanya rumah, bahkan setiap jalanan pun ada tiang penopang dibawahnya.
Tidak terlalu luas dan tidak juga terlalu kecil, beginilah keadaan kampung halaman kami ini,terlahir di sebuah kampung yang mempunyai julukan negeri terapung memiliki rasa kebanggaan tersendiri untuk kami dengan begitu kami juga bisa disebut dengan anak negeri terapung, jiaaaaah, bukan hanya negeri terapung ada beberapa sebutan atau julukan lain untuk kuala enok , ada juga yang menyebutnya negeri seribu jembatan, kuala terapung dan yang paling kekinian yaitu KUEN, kuen sendiri di ambil dari singkatan kuala enok, biar lebih gampang aja nyebutnya hehe, Kuala enok berkecamatan Tanah Merah, aku akan menjelaskan sedikit sejarah tentang kuala enok.
Tidak terlalu luas dan tidak juga terlalu kecil, beginilah keadaan kampung halaman kami ini,terlahir di sebuah kampung yang mempunyai julukan negeri terapung memiliki rasa kebanggaan tersendiri untuk kami dengan begitu kami juga bisa disebut dengan anak negeri terapung, jiaaaaah, bukan hanya negeri terapung ada beberapa sebutan atau julukan lain untuk kuala enok , ada juga yang menyebutnya negeri seribu jembatan, kuala terapung dan yang paling kekinian yaitu KUEN, kuen sendiri di ambil dari singkatan kuala enok, biar lebih gampang aja nyebutnya hehe, Kuala enok berkecamatan Tanah Merah, aku akan menjelaskan sedikit sejarah tentang kuala enok.

Kuala Enok merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, provinsi Riau,Indonesia.
pabrik yg berada di kuala enok yaitu PT pulau sambu dan PT AEC Brothers. PT tersebut bergerak di bidang pengolahan kelapa.
Juga terdapat Pelabuhan SAMUDRA yg sedang di kembangkan sebagai salah satu pelabuhan yg bertaraf internasional.
Sebelum tahun 1907 Kuala Enok belum menjadi tempat pemukiman atau tempat tinggal. Jauh sebelumnya Kuala Enok hanya merupakan tempat persinggahan suku Nelayan (Laut) yang menurut kebiasaannya mereka hidup dan beranak pinak disampan kemudian singgah sambil menunggu air pasang surut.
Sebagai tradisi bangsa indonesia sejak ribuan tahun yang silam, ditambah dengan sifat yang suka merantau mencari suatu tempat yang baru maupun pekerjaan serta lahan baru dan subur, lama kelamaan akhirnya ditemukkanlah suatu tempat pemukiman yang layak bagi perantau-perantau asal Johor (Malaka) yang menyusuri pantai timur sumatra dan akhirnya menemukan anak muara yang masuk ke sugai Indragiri atau Sapat Dalam.
Kelompok pelacak atau penemu tersebut pada tahun 1898 terlebih dahulu singgah dipantai-pantai dan mempersuntingkan gadis-gadis di sugai Luar yang kemudian mereka menyelusuri alur sungai dan akhirnya menemukan Sungai Pinang dengan tenaga dan peralatan yang sederhana.
Berita penemuan lahan pertanian di sungai Indragiri ( Sapat Dalam ) tersiar luas sampai ke Johor ( Malaka ), maka berdatanglah perantau-perantau Bugis lainnya untuk membuka perkebunan sebagai lahan pertanian pada tahun 1907 yang dipelopori oleh : Sake, Supu, Palla, Jumpai, dan Kasim.
Disamping perantau yang telah membuka parit sebagai lahan pertanian, maka berdatanglah perantau yang lain SOA TAO CINA sekitar tahun 1917 seperti Tan Ki Mui, Seng Ki Cio, Seng Cong Peng, Ape Daki, Hai Ki Lang, Heng Lang atau Apek Arang. lam kemudian perantau Cina ini berhasil mendirikan Togo, Jermal dan pembakaran arang. sedangakan suku Bugis yang berusaha dibidang perikanan yang pertama kali adalah : Buluk, Kallabe, Latif, dan Kuraga. Mereka ini mula-mula membagun kelong atau belat sebagai sumber penghasilan dalam menunjang berbagai bidang usahanya.
Makin hari makin ramailah tempat ini dijadikan orang sebagai suatu tempat tinggal. pada waktu itu daerah ini belum mempunyai nama, hanya merupakan tempat tinggal beberapa orang (Penduduk) yang lebih dikenal dengan nama "BAGAN ARANG", bekas dan sisa pembakaran yang menyatu dengan tanah kemudian menjadi warna merah, maka dikenallah dengan nama TANAH MERAH.
Sedangkan asal usul nama "KUALA ENOK" menut hasil menyelidikan dan beberapa keterangan dari beberapa orang tua, manyatakan bahwa jauh sebelumnya daerah atau nama ini sudah ada dihulu sungai (Sungai Enok) yang telah mempunyai pemerintahan setingkat dengan kecamatan, nama tersebut "ENOK" sedang Desa KUALA ENOK berada dimuara sungai, Lalu dinamakanlah "KUALA ENOK" sampai sekarang.
Naah begitulah sejarah singkat tentang kuala enok, kami memiliki dua jembatan yang berfungsi sebagai penghubung dan akses menyebrang antar kuala enok dan tanah merah, jembatan baru da jembatan besi, jarak kedua jembatan ini sendiri tidak terlalu jauh masih berada di satu sugai yang sama. untuk wilayah kuala enok memiliki beberapa tempat,jika kita mulai dari jembatan besi , pertama ada pusat pasar kuala enok, pasar kuala enok berdampingan dengan lorong perigi, setelah lorong perigi ada juga yang namanya lorong tengah lalu kampung baru dan juga kampung baru selatan atau biasa disingkat KBS, setelah itu ada juga namanya kampung jawa, lalu sampailah dijujung kuala enok yaitu AEC diambil dari sebuah nama pabrik yang berdiri disana PT.AEC BROTHERS, Naah untuk kawasan Tanah Merah , dimulai dari jembatan besi, pertama RK1,lalu RK2 RK3 RK4 RK5,Tanjung pinang yang terakhir Pulau sambu, yang juga diambil dari nama pabrik yang berdiri disna PT.PULAU SAMBU.
Sebenarnya ada banyak cerita atau kisah tentang Kuala Enok dan Tanah Merah yang ingin aku ceritakan disini, Tapi mungkin untuk saat ini cukup untuk sekedar perkenalannya aja dulu hehe tapi buat temen temen Anak Kuala Enok dan Tanah Merah yang ingin berbagi silahkan, mungkin punya tulisan ,cerita/kisah, berita tentang seputaran Kuala Enok dan Tanah Merah, Boleh di share kirim aja tulisannya ke email ini icenter631@gmail.com atau langsung ke facebook Anak Kuala Enok dan Tanah Merah. Setiap tulisan yang kita terima akan di posting dan dijadikan artikel dalam blog ini, Terima Kasih. Selamat Berbagi.






Follow Us